kembali soal logika vs perasaan
Iseng aja bikin survey kecil2an soal pertanyaan lama yang sering gue ajuiin ke orang2.. logika vs perasaan menang mana? Duluuuu banget gue pernah nanyain soal ini tapi gue juga lupa jawabannya apa.. ada temen yang berpikir bahwa jawaban ini akan dikaitkan dengan gender bahwa cowok akan lebih logika dan cewek akan milih perasaan.. tapi ternyata gak juga.. dari beberpa orang yang gue kirim sms tentang itu ada juga cowok yang lebih milih perasaan dan cewek yang milih logika.. gue emang gak bikin probing soal itu lagi.. kenapa dia memilih itu.. nyamankah dia dengan pilihannya.. merasa anehkah mereka dengan pilihannya.. dll… ada juga yang memilih jawaban mengambang dengan memberi alasan bahwa kadang kita harus menggunakan keduanya.. dengan contoh kasusnya masing-masing.. menurut mereka karena manusia dianugerahi akal dan perasaan maka itu kenapa kadang mereka tidak terpisahkan.. tetap dengan kondisi ideal bahwa kita bisa menggunakan keduanya.. tapi dalam banyak hal kita dihadapkan pada 2 pilihan yang bertentangan karena logika dan perasaan berada dalam area yang berlawanan.. pada akhirnya ada juga yang berpendapat bahwa hasilnya tergantung dari apa dan siapa yang dihadapi serta pilihan apa yang ada di hadapan kita.. karena tidak mutlak selalu perasaan atau logika yang menang..
Ada lagi yang menarik… ada yang berpendapat bahwa perasaan lebih humanis terutama untuk hubungan antar manusia dan kalo logika membuat orang menjadi tidak tulus karena pake itung2an… dan ada yang mengasosiasikan perasaan=subjektif, logika = objektif.. maka perasaan lebih menang karena menurut temen gue itu perasaan akan menang karena tidak ada yang objektif kecuali untuk sesuatu yang pasti.. dan gue mengartikan sesuatu yang pasti itu adalah ketetapan 4JJ seperti jodoh, maut, dan rezeki… (maaf ya kalo salah)
Kali ini gue tidak mau menilai tapi hanya merangkum dari apa yang udah ada….
Ada satu jawaban yang bikin gue tersenyum dan berpikir ulang… pertanyaan gue dijawab seperti ini.. (gue tulis lengkap) “ketika kita akhirnya terpaksa menyeterukan kedua hal tersebut pasti ketiak dihadapkan pada al yang sifatnya relatif, dibutuhkan kebijaksanaan untuk meredakan perseteruan itu.. maka satu2nya hal yang bisa dilakukan adalah mendengarkan suara hati kita dengan tulus yang tentunya sebelumnya sudah meminta pada yang Mahabijaksana untuk membimbing suara hati kita..”
Seperti banyak literature tulis soal suara hati.. bahwa mereka tidak pernah salah dalam memilihkan sesuatu.. bahkan ada yang menulis pergilah kemana hatimu membawa… bahwa dalam keheningan maka akan muncul jawaban.. dll…. Kadang gue juga masih mempertanyakan.. sejauh mana yang kita denger adalah beneran suara hati bukan nafsu belaka… pada akhirnya pilihan ada di tangan kita masing-masing…. Bahwa pada dasarnya manusia mencari kebahagiaan sejati dari pilihan yang dibuat…bahagia dalam kadarnya masing-masing…. Kadang sebagai manusia kadang kita merasa heran dengan pilihan yang dibuat seseorang… dan bagaimana pilihan itu bisa membuat orang itu merasa bahagia atau minimal nyaman dengan apa yang dihadapi.. kayak anak kecil di jalanan yang masih bisa maen kejer2an, tertawa lepas.. padahal dia gak bisa sekolah dan disuruh untuk cari uang untuk bisa makan.. atau orang yang berkecukupan tapi ngerasa gak puas dengan apa yang sudah dihasilkan padahal dia bisa dengan mudah mengeluarkan uangnya untuk hal-hal yang gak perlu… ada pertanyaan lanjutan..kapan manusia merasa puas?????? apakah ada titik puas bagi manusia?? Lalu apakah kita sudah merasa puas dengan apa yang hidup kita saat ini?? Apakah kebahagiaan itu??? Gue pernah baca dimana gtu bahwa 5 kunci kebahagiaan itu adalah.. sedikit berharap, lebih banyak memberi, bebas dari ketakutan, (2 lagi lupa.. adanya di kamar kost ;p).. dan lebih dari itu.. mungkin 2 kata kunci dalam hidup udah bisa dijadiin dasar untuk meraih kebahagiaan… rasa syukur dan keikhlasan………. (setidaknya ini menurut gue…)
7 okt 08
Lampung
Uncategorized | Comments (6)forgive is to forget??
Hari ini lebaran ke 27 yang gue alamin dalam hidup.. rutinitas dalam lebaran adalah maaf2an, makan ketupat, salaman, makan kue, silaturahmi, dll.. dulu sih masih banyak ritual sebelum lebaran yang dijalanin kayak bikin skubal bareng, bikin kue sama2, jalan dari pagi ampe sore, beli baju lebaran, jatah THR, dan masih banyak lagi.. yang jelas kali ini gue lebih pengen nulis soal maaf-maafan.. gak tau tiba2 iseng aja kepikiran pengen sharing soal ini….
Gue lupa baca di artikel mana gtu, intinya kalo gue gak salah tangkep dan salah inget yah.. ada satu kalimat menarik.. disitu ditulis forgive is to forget…. Sedangkan kalo gak salah dan salah inget lagi ada lagu dari the coors yang judulnya forgiven but not forgotten.. jadi mana yang lebih diamienkan oleh banyak orang… dulu gue masih dalam kategori ke dua.. jadi pada saat gue merasa diboongin gue bisa maafin kesalahan dia tapi gak bisa lupain orang yang udah ngelakuin kesalahan itu.. jadi apa bener gue dah secara tulus mau maafin dia.. apakah itu dah bisa dikategorikan memaafkan dia??? Kayaknya sih enggak yah… mungkin ini yang disebut dengan dendam.. kadang ada rasionalisasi yang bilang kalo dimaafin sih.. tapi……………. (masih ada syaratnya) diperhalus dengan tapi gue akan inget ini sampai anak cucu.. ato gue akan jadiiin ini sebagai contoh jadi bisa lebih hati2… dll…. Intinya sih sama aja memaafkan dengan syarat……………..
pada akhirnya gue stuju dengan pendapat bahwa forgive is to forget… kalo istilah sekarnag mulai dari nol… ketika kita sudah memutuskan untuk memaafkan seseorang berarti kita harus mulai dari nol.. melupakan apa yang udah dia lakuin ama kita.. semua pengkhianatan, kebohongan, fitnah,dll..bahwa kita diharapkan menekan tombol delete dalam file memori otak dan hati kita lalu mengkosongkan kembali folder recycle bin.. karena kalo gak dikosongin bisa aja dipindahin lagi ke folder memori dan akhirnya file itu akan tetep ada selamanya………….gak gampang…. Karena setiap kesalahan pasti akan menimbulkan luka dalam hati.. dan luka pastinya akan berbekas.. saat ini gue sedang mempertimbangkan apakah sebaiknya gue akan jujur untuk bilang ke orang yang mungkin pernah menyakiti gue dalam bentuk apapun bahwa mungkin saat dia meminta maaf sama gue, file kasus dia masih ada di memori otak gue jadi gue blom bisa maafin dia… daripada Cuma memaafkan sebagai lip service biar dia seneng tapi di belakang tetep ngedumel???
Jadi inget soal cerita telaga hati.. bahwa kalo kita tuang cairan pait dalam gelas akan berasa tapi kalo dituang di danau yang luas gak akan berasa.. jadi mau piliih hati dalam gelas atau danau???
mungkin kenapa jaman dulu ada sinetron yang judulnya: HATI SELUAS SAMUDERA………. (yang maen sapa aja yah????? ;p gak penting banget) bahwa kita dianjurkan memiliki hari seluas samudera jadi kita bisa punya stok aer yang banyak.. dan kalo ketumpahan tinta pait jadi gak terlalu berasa…….he..he…
Uncategorized | Comment (1)