tulisan dari blog astri

August 4th, 2007

Telaga Hati

Suatu
hari seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yang sedang dirundung
masalah.  Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua
masalahnya.

Pak  tua bijak hanya mendengarkan dgn seksama, lalu ia mengambil
segenggam serbuk  pahit dan meminta anak muda itu untuk mengambil
segelas air. Ditaburkannya  serbuk pahit itu ke dalam gelas, lalu
diaduknya perlahan.

"Coba  minum ini dan katakan bagaimana rasanya ", ujar pak tua.
"Pahit,  pahit sekali ", jawab pemuda itu sambil meludah ke samping.

Pak tua itu  tersenyum, lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ke
tepi telaga belakang  rumahnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan
dan akhirnya sampai ke tepi  telaga yg tenang itu. Sesampai disana, Pak
tua itu kembali menaburkan serbuk  pahit ke telaga itu, dan dgn
sepotong kayu ia mengaduknya.

"Coba  ambil air dari telaga ini dan minumlah." Saat si pemuda
mereguk air itu, Pak tua  kembali bertanya lagi kepadanya, "Bagaimana
rasanya ?" "Segar  ", sahut si pemuda.
"Apakah  kamu merasakan pahit di dalam air itu ?" tanya pak tua.
"Tidak,  " sahut pemuda itu.

Pak  tua tertawa terbahak-bahak sambil berkata: "Anak muda,dengarkan
baik-baik.  Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam serbuk pahit
ini, tak lebih tak  kurang. Jumlah dan rasa pahitnyapun sama dan memang
akan tetap sama. Tetapi  kepahitan yg kita rasakan sangat tergantung
dari wadah yang kita miliki.
Kepahitan itu akan didasarkan dari
perasaan tempat kita meletakkannya. Jadi saat  kamu merasakan kepahitan
dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu yg kamu dapat  lakukan;
lapangkanlah dadamu menerima semuanya itu, luaskanlah hatimu untuk
menampung setiap kepahitan itu"

Pak  tua itu lalu kembali menasehatkan : "Hatimu adalah wadah itu.
Perasaanmu  adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung
segalanya. Jadi  jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah laksana
telaga yg mampu menampung  setiap kepahitan itu, dan merubahnya menjadi
kesegaran dan kedamaian"
Karena ketika hidup adalah sebuah pilihan..mampukah  kita jalani kehidupan dengan baik sampai ajal kita menjelang..?

Belajar bersabar menerima kenyataan adalah yang terbaik.

 

- menarik banget.. ini gue dapet dari blog temen gue.. thanks ya tri.. jadi kangen ngobrol2 ama loe..

manusia dan topeng

August 1st, 2007

belakangan gue lagi ngalamin krisis kepercayaan.. gue pikir gue dah sembuh (beberapa tahun lalu gue sempet ngalamin ini juga..) saat itu gue keilangan orang yang bisa gue percaya dan sempet make slogan dari X-file kalo gak salah yang gue inget itu ada di gantungan kunci temen gue (cute) dengan tulisan TRUST NO ONE.. dan itu sempet beberapa lama gue pegang.. dan akhirnya beberapa orang bilang ke gue bahwa gue anak autis karena gue lebih seneng untuk diem di kamar dan gak peduli dengan apa yang ada di sekitar gue.. buat gue saat itu keadaan itu bisa bikin nyaman.. kondisi saat itu adalah gue terlalu sering melihat orang menggunakan topeng dan bisa berganti rupa dengan gampangnya.. di depan muka manis di belakang dikupas tuntas.. dan buat gue itu memuakkan.. karena gue berpikir mungkin aja saat dia ngomong ke gue tentang A dan bukan gak mungkin dia juga berbuat hal yang sama ke gue dan buat gue itu semua sampah..
orang mungkin melihat gue egois.. tapi itu bisa bikin gue lebih tenang dan nyaman.. (apa itu juga termasuk kategori egois?? ) dan sekarang gue menemukan kondisi yang sama.. gue dah gak tau siapa kawan dan lawan.. bukan lawan kali ya?? karena gue gak pernah ngerasa punya musuh…cuma gue dah gak tau lagi harus percaya ama siapa.. dan gue kembali memutuskan untuk jadi autis aja karena kadang kepedulian ama orang lain pun disalahartikan jadi cukuplah hidup untuk diri sendiri sementara ini.. saat gue udah ngerasa cukup, gue akan keluar lagi.. mungkin dengan tingkat kewaspadaan yang berbeda…

karena manusia menggunakan topeng..dan gue belum jeli untuk melihat ke balik topeng tersebut.. maka gue masih perlu untuk lebih mengontrol diri.. dalam tindakan dan ucapan..dalam memilih dan melihat… gue masih percaya masih ada orang baik di dunia ini.. orang yang punya integritas dan konsisten dalam ucapan dan perbuatan.. yang bisa berbuat bukan cuma menilai
dan gue masih mengumpulkan  jawaban tentang bagaimana caranya  mempercayai orang lain……..